Fanfic for ClampForever

“Ya ampun!! Segelnya rusak!!! Gagal deh!!” teriak salah seorang remaja berambut hijau pendek heboh. Yang lainnya sudah menunggu dengan wajah was-was, sebagian ada yang swt (sweating, red) melihat cewek itu.

“Bagaimana,kuro-sama?” tanya seorang lelaki berambut perak.

Wanita yang dipanggil dengan sebutan kuro-sama tadi menggeleng pasrah membuat orang-orang diruangan itu langsung melemas.

-

-

-

Dihari yang cerah ini, 2 orang penjaga sedang duduk di pos jaganya sambil meminum segelas teh.

Namun, tiba-tiba…

FUUNG.

Muncul sebuah gelembung besar dari langit.

“Ap-apaan tuh?!” pekik seorang penjaga.

“Udah deh. Nggak usah heboh. Kayak anak kecil aje” jawab penjaga satunya.

-

Akhirnya mereka sampai juga di negeri selanjutnya. Setelah gelembung itu menghilang, orang-orang mulai dapat melihat mereka… 1 orang cewek manis, 3 cowok tampan, dan…1 boneka putih mungil.

“I-ini dimana?” tanya cewek itu polos.

“Nggak tau nih. Ayo kita tanya Mokona aja” jawab salah seorang anggota cowok.

“Hei! Tunggu dulu kalian!” tiba-tiba mereka berlima (?) dicegat oleh 2 orang lelaki. Satunya berbadan tegap dan berambut serta bermata abu-abu. Satunya lagi lelaki berbadan lebih kecil, bermata coklat dan berambut biru.

“oow~~ kita dapat masalah nih” celetuk anggota cowok satunya.

“cih!” cowok satunya langsung mencibir.

“mm…Selamat datang…Apa kalian pendatang?” tanya penjaga yang kecil.

Duak! Kepalanya langsung dijadikan sasaran oleh penjaga yang lebih besar.

“Syao-kun, kok kamu bego amat! Ya eyalah mereka pendatang! Masa’ didapur ?! (maksudnya ?)”

“Maap, pak. Aduduh!!” Jawab cowok yang dipanggil Syao-kun itu sambil meringis.

“Maafkan keleletan teman saya ini, ya” kata penjaga yang besar ”Btw, saya Shiki. Sudah lama negeri ini tidak kedatangan pengunjung. Ada yang bisa saya bantu?” katanya sambil tersenyum ramah.

“Mm…Perkenalkan juga. Saya Fye. Ini Kurogane, bisa dipanggil Kuro-tan. Lalu, ini Syaoran dan yang cewek namanya Sakura. Dan boneka putih imut ini bernama Mokona” kata pendatang itu. Cowok yang sepertinya bernama Kurogane, yang bertampang agak sangar tampak marah saat temannya menyebut namanya asal.

“Mokona! Perkenalkan namaku Mokona! Mokona is Mokona!” sambung boneka putih itu. Sesaat Syao-kun dan Shiki terkejut, tetapi mereka langsung kembali tersenyum.

“Bisa antarkan kami ke kantor pusat? Atau..tempat yang biasanya harus dikunjungi seorang ‘pendatang’ terlebih dahulu” tiba-tiba Syaoran angkat bicara.

“Ah silahkan ikuti sa–” belum selesai Shiki berbicara. Tiba-tiba tampak olehnya 2 orang cewek berjalan kearahnya.

“Shiki! Shiki-kun!!” panggil salah satunya, yang memiliki rambut hijau muda pendek sambil melambaikan tangannya. Disampingnya tampak cewek yang rambutnya dipotong cepak, berwarna coklat sama dengan warna matanya.

“Ah Hime-chan dan…” pipi Shiki langsung merona.

“Hai, Shiki” sapa cewek berambut pendek yang tampak tomboy itu ramah. Shiki hanya membalas dengan anggukan.

“Ehem ehem!” cewek berbadan mungil yang dipanggil Hime tadi langsung berbisik “Shiki-kun, Hime udah sengaja bawa-bawa Ryu-chan kesini loh! Ampe ngorbanin ekskul basketnya lagi! Samperin gih!!” paksa hime sambil cengengesan.

“Be-bentar dulu, Hime-chan!! Ini ada pengunjung!! Ka-kan jarang-jarang ada pengunjung!! Nah, aku mau ngantar mereka ke–”

“Kantor pusat? Ya udah ama Hime aja! Hime juga mau kesana!! Ya kan, Syao-kun!” kata Hime lalu mengedipkan sebelah matanya pada Syao-kun. Syao-kun langsung mengangguk kuat, mengerti maksud Hime.

“Yuk mari, Ryu-chan, Shiki-kun” kata Hime dan Syao-kun berbarengan sambil membawa para pengunjung dan meninggalkan Shiki dan Ryu yang diam karena malu.

“Perkenalkan, saya Hime, yah begitulah biasanya saya dipanggil. Jadi…emm..manggilnya gitu aja yah” Hime mencoba memperkenalkan dirinya pada pengunjung sambil cengengesan.

-

“Kuro-sama, kita kedat–”

BRAK.

“Kuro-oka-saaan~~~” teriak Hime dan langsung menerobos masuk keruangan lebar itu. Disana ada sebuah meja kerja besar dan beberapa tumpukan kertas.

Cewek yang berperilaku layaknya lady itu terkejut saat pintu ruangannya ‘didobrak’ oleh sesosok cewek yang tidak seberapa besar itu.

-

“Kuro-sama adalah pendiri sekaligus presiden tetap di Negeri ini” terang seorang lelaki yang ada disamping Kuro. Kuro adalah wanita berpenampilan anggun dengan rambut ikal pirang sepanjang dada, matanya perak dan tampak tegas.

“Selamat datang di Negeri ini. Clamp Forever. Ada yang bisa saya bantu?” kata Kuro lalu tersenyum.

“Kuro-sama!! Liat deh hari ini Hime masih tetap bersemangat!~~~” kata Hime (atau lebih tepatnya, menginterupsi) sambil memutar-mutar badannya didepan cermin yang ada di ruangan Kuro. Semuanya langsung swt berat melihat anak yang satu ini.

“Hime-chan, tolong jangan mengganggu pembicaraan dulu sekarang” kata Lelaki bermata dan berambut perak agak gondrong disebelah Kuro. Hime langsung manyun dan keluar dari ruangan itu.

“Mist-san, jangan galak-galak begitu…” kata Kuro. Cowok bernama Mist itu hanya diam tak menjawab.

-

“Ooh~~ jadi negeri ini dulunya adalah negeri yang dibangun oleh leluhurnya Kuro-sama seorang diri.” gumam Sakura “Ta-tapi…”

JIIT~~~

Matanya langsung melirik.

“Kenapa Sakura bisa sekamar ama Syaoran?! Dan lagi Mokona memilih sekamar dengan Fye dan Kurogane” teriaknya panik. Muka Syaoran langsung merah padam.

“Sa-saya juga nggak tau, Sakura-hime. Ka-kalo Sakura ngerasa nggak enak, biar saya pindah kekamar Fye dan Kurogane…” kata Syaoran lalu bergegas bangkit. Tapi lengan bajunya langsung ditarik Sakura.

“Ja-jangan…Kalo Syaoran-kun pindah kesana…Sakura jadi sendiri dong. Sa-sakura…takut…” katanya dengan tatapan memelas. Syaoran tak sanggup menatap Sakura lebih lama lagi. Dia hanya bisa menjawab dengan kembali duduk ditempatnya semula.

-

JRENG JRENG JRENG.

“Kok ruangan sebelah berisik ya” kata Mist dengan auranya yang [u know lah] sedikit menyeramkan. Kuro hanya bisa menjawab dengan menggeleng.

“Kuro-sama, biar saya periksa” jawab seorang lelaki yang ada disamping Kuro.

“Tolong ya, Eriol-kun” jawab Kuro. Lelaki berambut dan bermata hijau itu lalu berjalan menuju ruangan disebelahnya.

“Adviser Dashin, apa yang—” Eriol langsung speechless melihat keadaan ruangan cowok berambut biru dan bermata coklat yang terletak persis disamping ruangan Kuro itu.

“A-ah Eriol-kun. Maaf-maaf, Saya kira peredam suaranya masih berfungsi” jawab Dashin.

“Bukan peredam suaranya yang nggak berfungsi. Tapi musik kamu yang kekencengan!” Eriol langsung sewot. Apalagi dia masih shock melihat ruangan Dashin yang dipenuhi cewek-cewek. Miuchi, Hikaru Miaka, Fyrazynta, Misa-misa, Modo-chan, Sakura-chan, Kokuo-kun (pengecualian), Ai-chan, Djatie-chan, Nashia-chan, dan para cewek lainnya.

“Ehehehe…Modo cuman mampir kok kesini” kata seorang cewek berambut hitam pendek dan tampak tomboy namun cantik itu.

“Same here!!” jawab yang lainnya mengekor. Eriol hanya sanggup berdiri mematung didepan pintu.

-

Tok-tok…

“Ya masuk” jawab Kuro dari dalam. Seorang cewek yang anggun memasuki ruangannya. Rambutnya yang ungu panjang tergerai bebas, warnanya serasi dengan matanya.

“Kuro-sama, akhirnya saya mendapatkan hasil penelitian saya”

“Silahkan, Ritsuki-chan, atau bisa saya panggil ‘Sensei’? ”

“Baik. Menurut penelitian saya, pembuatan segel sihir yang waktu itu tidak berhasil adalah karena kekuatan yang kita miliki kurang kuat, sedangkan sumber sihirnya cukup, bahkan bisa dikatakan sangat kuat”

“…..” Kuro terdiam sejenak “I see…Kalau begitu terima kasih atas laporannya.”

Ritsuki lalu menunduk dan berbalik menuju pintu.

“Kuro-sama, saya mau keluar sebentar. Mau istirahat, boleh?” tiba-tiba Mist angkat bicara.

“Oh Silahkan, Mist-san. Nggak dilarang kok!! Malah lebih bagus kalo bareng Ritsu-chan” goda Kuro. Mist lalu berjalan keluar bersama Ritsuki.

“Sangat disayangkan ya kalo tau mereka itu saudara. Meskipun cuman saudara angkat.” kata Kuro setelah Mist menutup pintu.

“Ya…” jawab Eriol pendek tanpa ada yang menyadari bahwa Eriol telah menatap Kuro dari tadi.

-

“Ritsu” Mist membuka pembicaraan.

“Iya, kak?” jawabnya.

“Kamu tau kan, kenapa kakak mau ijin istirahat” kata Mist lalu meminum minuman pesanannya. Ritsuki tersenyum, atau bisa dikategorikan…Nyengir.

“Hehehe…Buat Eriol-kun ama Kuro-sama kan?”

Mist mengangguk. Lalu mereka berdua melanjutkan makan siangnya.

-

Hime berjalan disepanjang koridor gedung pusat. Dia lalu berbelok menuju ke salah satu ruangan. Tapi tampak olehnya seorang cowok telah berdiri lalu masuk lebih dulu ke ruangan itu. Cowok berkulit agak hitam, berambut hitam dan bermata hitam.

“Ao-chan, hari ini pun kupersembahkan tanda cintaku padamu~~~” kata cowok itu sambil berlutut. Cewek bermata dan berambut merah pendek itu tampak kesal dibuatnya.

“Black Mokona-kun…tolong ya…Bisa nggak sehariiii aja nggak ngeganggu aku?” jawabnya kesal. Intinya…mengusir dengan halus.

“Tapi aku suka padamu, Ao-chan.” kata cowok itu ngotot.

Krek.

Tampak urat-urat telah muncul di dahi Ao.

“aku bilang…KELUAR SEKARANG!!!” jeritannya membuat Black Mokona langsung terlempar 500 m.

“A-aku nggak jadi kesitu ah~~~” kata Hime lalu langsung berbalik tanpa basa-basi.

-

Hime lalu lanjut berjalan sambil bergumam sendiri “Sapa lagi ya yang mau Hime samperin buat makan siang bareng ya~~~ mm~~~ Black Kazuki? Hime nggak gitu kenal nih ama Kazuki-kun…” dia lalu teringat dengan wajah cowok berambut merah dan bermata ungu itu.

“Trus…Mist-senpai” Hime langsung bergidik “Kaga jadi!!”

“…Sensei?” dia lalu berpikir sejenak “Pasti bareng Mist-senpai” dia langsung menggeleng.

“Eriol-kun…Hime punya firasat kayaknya lagi bareng Kuro-sama” Hime kemudian nyengir sendiri dengan geje (nggak jelas, red) nya.

“Dash-kun…pasti makan bareng cewek. Syao-chan…lagi ada project, nggak mungkin ada waktu nyantai~~”

“AH! Miuchi ama Miaka-chan aja!!” Hime langsung menepuk tangannya dan berjalan kearah ruangan orang yang dia maksud.

-

“. . . . .” Hime cengo begitu sampai diruangan mereka berdua. Auranya serem banget ! pikirnya.

“Ke-kenapa kali—”

“Dashin-kun pergi ama cewek lain ! Hueee~~~” mereka lalu mulai nangis lagi. Hime swt.

“S-sabar ya, kalian” katanya lalu diam-diam melangkah pergi. “Emang Dash-kun pergi ama sapa sih ? Sampai ninggalin mereka gini?” pikirnya bingung.

-

Sementara diruangan Kuro…

“Aduduh ! Banyak banget tugasnya !!!” teriak Kuro stress.

“Kenapa, Kuro-sama ?” tanya Eriol lembut.

“Ini nih. Kuro stress ngeliat tugas numbuk bejibun gini. AKKKH !!” teriaknya lagi. Eriol menatapnya kasihan. “Ya udah. Sini sini aku bantuin.” katanya tiba-tiba. Kuro langsung menatap Eriol kaget dan tersipu malu.

-

Akhirnya Hime menyerah dan pergi makan siang sendirian. Tiba-tiba Ia melihat Hikari dan Train dari jauh.

“Sakura-chan !! Train-kun !” panggilnya sambil melambaikan tangan yang dibalas oleh lambaian juga oleh orang yang dipanggil Sist tadi. Rambutnya coklat bergelombang agak panjang, sama dengan warna matanya. Disampingnya ada cowok berambut jabrik coklat, matanya juga berwarna sama.

“Himeee !!” panggil Hikari.

“Udah broken masih mesra aja nih” Hime nyengir “Mo makan siang bareng ?”

“Kita udah makan.” kata Train. Aura Hime langsung muram “Y-yaudah deh. Daaah” katanya lalu melangkah pergi dengan lemas.

-

Ditempat lain, Dash-kun ternyata sedang makan siang dengan pendatang baru di Negeri Clamp Forever…

“Nagi-chan, mo makan apa ?” tanyanya.

“emm..mm..terserah Dash-kun ajah deh” jawab cewek berambut hitam agak panjang itu sambil tersipu. Orang-orang melihat mereka seperti pasangan yang serasi.

-

Ditempat lainnya…..

“Syao-chan mau ngomong apa sih ? Udah dari tadi loh aku nungguin…” kata Irene sambil menatap Lelaki berambut coklat dedepannya. Gadis itu berambut coklat ikal panjang, matanya berwarna senada.

“Umh…emm..a-a-anu…” Syao-chan masih tampak gugup. Bola mata birunya tampak berputar bingung untuk mencari kata-kata “M-mo makan siang bareng nggak ?” akhirnya terucap juga.

“…..” Irene diam sejenak, lalu tersenyum “I’d be delighted”

Yees!” Gumam Syao-chan pelan.

-

Modo dan Mika sudah capek mencari teman makan siang. Mereka pingin makan rame-rame, makanya mereka mencari banyak orang lagi. Dijalan, sudah banyak orang yang ditemukannya. Runny dan Misa-misa.

“Let’s eat!!!” teriak Modo bersemangat.

-

Hari ini memang hari sial bagi Hime. Gimana nggak, banyak orang sudah menyelesaikan makan siangnya dan kembali ketempat kerja masing-masing. Seperti si kembar Rena – Reiko yang masih sempat pulang kerumahnya, Nashia-chan, djatie, Kokuo dan Ai-chan yang makan disebuah cafe, Prasas, YuukoXXX, Varan-chan, Akito, Kuro-tan, Ai-enma, Sakurai, Clone Sakura yang jarang terlihat, Dai, Syaoran sang Napi negeri CF, dan penduduk CF lainnya. Bahkan Diana-chan yang dijuluki ‘bule CF’ tampak sudah pulang dari makan siang bersama ‘bule baru’ CF, Zazie.Sedangkan dirinya masih tampak berkeliling mencari partner.

“Hh…” Hime menghela nafas “Coba aja kalo Cc-imamade ama Fye-dhe-neo nggak keluar kota, pasti aku udah selese makan dari tadi” Hime ngedumel. Tanpa sengaja matanya melihat sekelompok orang yang dikenalnya sedang duduk disebuah cafe.

“LUCKY!” gumamnya.

-

“Modochi ! Mika-chan ! Semua !!!” teriak Hime dari jauh. Semuanya langsung menoleh kearahnya.

“Eh!! Hime! Sini!!!” Balas Modo.

“Kalian udah pada selesai makan ?” tanya Hime. “Iya nih. Kami udah mo balik ke—” belum selesai Modo menyelesaikan kata-katanya, Hime sudah menarik lengan bajunya.

“Tungguin~~~” katanya pelan sambil menyerang mereka dengan ‘puppy eyes’ nya.

-

Akhirnya Hime selesai makan siang dan mereka pun berjalan kembali kekantor. “Dasar Hime… kok nggak makan dari tadi sih” kata Mika membuka pembicaraan.

“Emm..ginih kak, dari tadi Hime nyariin temen buat maam bareng, tapi kagak ketemu-temu.” kata Hime membuat yang lainnya serentak mengangguk.

-

“Eriol-kun, tolong suruh para minister untuk berkumpul diruangan saia sekarang.” perintah Kuro sopan.

“Ok, Kuro-sama” jawab Eriol dan berjalan keluar.

-

Tampak jam dinding menunjukkan pukul 4.00 pm. Sekarang, para Minister CF sudah berdiri berjajar didepan Kuro. Ada Mist, Dashin, Sensei, Eriol, Hime, Ao, Kazuki, Asakura Hikari, Syao-kun, Syao-chan, Miaka dan Miuchi.

“Akhirnya, saia sudah memperbaiki ‘magic circle’ nya. Untuk melengkapi kekuatannya, saia ingin mengubah pola susunan orangnya. Kali ini, saia ingin mengeluarkan Minister Asakura dan Syao-kun. Maaf” kata Kuro lalu menunduk. Asakura dan Syao-kun tampak menunduk sambil tersenyum.

“Kalo demi negeri ini, tidak masalah bagi kami” kata mereka bersamaan.

“Terima kasih.” jawab Kuro “Dan saya ingin memasukkan Minister Kazuki, Syao-chan, Miaka dan Miu-cchi untuk melengkapi kekuatan yang kosong” kata Kuro. Para Minister yang disebutkan sudah menunduk sopan sambil berkata “Terima kasih” hampir bersamaan.

“Ok. Itu aja buat hari ini. Mungkin kita akan melakukannya besok. See you guys tomorrow.” kata Kuro lalu mereka pun bubar.

-

“Mekyoo !! Mokona modoki melotot !” teriak Mokona tiba-tiba.

Fye dan Kurogane terlonjak kaget. “Ada apa, Mokona ?” tanya Fye.

“Mokona merasakan hawa bulu sayap Sakura !” teriak Mokona bersemangat.

“Apa harus kita cari sekarang ? Sepertinya warga negeri ini akan terganggu.” jawab Fye.

“Sebaiknya kita kekamar si bocah dulu untuk memastikan” kata Kurogane pendek.

-

Sakura sudah hampir tertidur. Tiba-tiba ia merasakan suatu perasaan aneh.

“Syaoran-kun?”

Syaoran yang sedang termenung terkejut karena Sakura tiba-tiba memanggilnya.

“A-ada apa, S-sakura-hime ??” tanyanya sambil tergagap.

“…” Sakura terdiam sejenak, lalu ia kembali menutup matanya sambil tersenyum “Nevermind” balasnya.

Tok Tok Tok.

Tak berapa lama, terdengar suara pintu diketuk.

Siapa ya kira-kira?” Gumam Syaoran lalu beranjak untuk membukakan pintu.

-

-

“Jadi… Mokona merasakan hawa bulu sayap Sakura ?” tanya Syaoran kembali.

Mokona mengangguk mantap “Definitely!”

“Ok. Supaya nggak ngeganggu orang-orang, mendingan aku dan Mokona memeriksa kira-kira dimana letak bulu sayap Sakura. Kalo nggak bisa, besok pagi kita pastikan lagi sama-sama” kata Syaoran memberi putusan. yang lainnya mengangguk setuju.

“Aku pergi dulu” kata Syaoran.

“Hati-hati” kata Sakura sambil tersenyum meskipun hatinya cemas.

-

Cuit cuit cuit.

Burung-burung sudah ramai berkicau. Fajar pun telah menyingsing. Sudah banyak orang memulai aktivitas mereka untuk hari ini.

Dikamar hotel Syaoran, mereka berlima sudah memulai pembicaraan tentang dimana kira-kira letak bulu sayap Sakura.

“Dari penyelidikanku dan Mokona tadi malam, sepertinya letak bulu sayap Sakuraa ada dikantor pusat kota ini.” kata Syaoran, sedangkan Mokona hanya angguk-angguk mendengar musik.

“Hawanya masih terasa kuat sampai sekarang” kata Mokona.

“kalo gitu… KE KANTOR PUSAT !!!” kata Fye bersemangat lalu menyeret mereka semua.

“Ng…Fye-kun, kita nggak sarapan dulu ?” kata Sakura.

“Oh iya ! AYO MAKAN !! laluuu…KE KANTOR PUSAT !!” teriak Fye lagi.

-

“Semuanya udah sarapan?” kata Kuro membuka rapat hari ini. Yang lainnya mengangguk.

“Kenapa mesti rapat lagi sih ? Ayo dong cepetan~~~” rengek Hime.

“Himeeeee” kata Mist yang entah kenapa ada dibelakang Hime dengan auranya yang menyeramkan. Hime langsung bergidik dan menoleh seperti tidak terjadi apa-apa.

“Ok. Kalo gitu, kita sekarang bisa memulai ritualnya” kata Kuro lalu membentuk segel sehingga lingkaran sihir pun terbentuk.

“Nah. Lingkaran sihirnya sudah selesai. Kali ini, kita dibantu oleh kekuatan sihir dari benda yang kutemukan ini” kata Kuro sambil mengeluarkan sehelai bulu sayap.

“Itu dia bulu sayapnya!!” tiba-tiba terdengar suara orang berteriak “Ups. My fault” kata Fye.

“A-anda…”

“Maafkan kelancangan kami. Kami pendatang yang datang baru-baru ini kenegeri ini.” Syaoran angkat bicara.

“Kenapa kalian ada disini ?” tanya Kuro dan menatap tajam mereka berlima.

“Emm…kami hanya…” Syaoran kewalahan untuk menjawabnya.

“Bulu sayap itu sebenarnya milik gadis ini. Dia kehilangannya, dan karena itu kami berlima berkelompok untuk mencarinya.” Kurogane mencoba menjelaskan. Fye mengangguk-angguk setuju.

“Lalu penyihir dimensi menolong kami menyeberangi dimensi dan…”

“Hentikan, Fye. Mereka cukup tahu sampai sini saja.” potong Kurogane.

“Ya maaf” kata Fye lalu diam.

-

-

-

Setelah negosiasi agak lama, akhirnya…

“Jadi ?” Syaoran memecah keheningan.

“Ok-ok. Kami berikan kembali bulu sayap ini pada anda. Dan…maaf” kata Kuro sambil memberikan bulu sayap itu pada Sakura.

“Nggak. Seharusnya kamilah yang minta maaf karena terkesan merebutnya dari anda semua.” jawab Syaoran sopan tetapi tetap merasa bersalah. Kuro menggeleng lalu tersenyum “Nggak apa. Lagipula, itu milik kalian, kan” kata Kuro. Syaoran dan yang lainnya lalu tersenyum.

-

“Sudah saatnya kami pergi sekarang…” kata Syaoran setelah selesai menyusun barang mereka.

“Yaaah ! Cepet banget !” kata Hime tampak kecewa.

“Kalo ada kesempatan, kami akan datang lagi untuk berkunjung di lain waktu” kata Sakura. Hime dan yang lainnya tersenyum mendengarnya.

Tak berapa lama, kabut putih mulai muncul. “Daaah !!” kata semua orang yang ada disitu sambil melambaikan tangan “Datang lagi ya !!!”

Syaoran dan kawan-kawan balas melambai “Kami yakin, negeri ini akan kedatangan lebih banyak pengunjung lagi untuk selanjutnya. Meskipun kalian tidak menjalankan ritual itu, tapi…kami yakin !” teriak Syaoran dan mereka pun tersenyum “..Kami pergi dulu…” sambungnya. Dan kabut itu pun menghilang.

Kuro masih menatap langit lama bersama penduduk CF lainnya. Dimana mereka melihat kawanan itu menghilang.

“Ya…suatu saat nanti..” gumamnya pelan lalu tersenyum seraya angin membelai rambutnya.

-

-

-

E-N-D

Akhirnya…dengan segala pertimbangan, himeh bikin juga ini penpik hohoho~~

Geje? I KNOW!!~

Intinya…baca aja dan trus komen deeh~

xDD

Sengaja bikin buat lomba birthday CF yang pertama. Berarti kira-kira udah hampir 2 tahun yg lalu xDD

Semua nama yang ada didalam fanfic itu adalah ID dan nick/panggilan mereka masing-masing member CF yang sebenarnya. (Ah~~ maap kalo himeh disini agak ‘sering muncul’ a .k .a ‘nampang’ awkwkwk dan… maap lagi buat para member yg namanya nggak muncul disini m(_ _)m hontou ni gomenasai, Minna) jadi kalo ada kesalahan, saya mohon maaf sebesar-besarnya~

Dan terakhir, ini lagi-lagi fanfic lama dengan gaya tulisan saya yang lama, without any necessary editing, i posted it here :) so once again, be free to comment OK?

[b]Mm..

Akhirnya…dengan segala pertimbangan, Hime bikin juga ini penpik *hhohoho~~*

Gejhe? I KNOW! !~

Intinya…baca aja deeh~

xD~

*sengaja mo dibikin buat lomba C_ePh birthday*

Ah~~ maap kalo Hime disini agak ‘sering muncul’ a .k .a ‘nampang’ *wkwkwk*

dan… Maaph sekali lagi bwad member yg namanya nggak muncul disini * m(_ _)m hontou ni gomenasai ,,minna *[/b]

“Ya ampun!! Segelnya rusak!!! Gagal deh!!” teriak salah seorang remaja berambut hijau pendek heboh. Yang lainnya sudah menunggu dengan wajah was-was, sebagian ada yang swt melihat cewek itu.

“Bagaimana,kuro-sama?” tanya seorang lelaki berambut perak.

Wanita yang dipanggil dengan sebutan kuro-sama tadi menggeleng pasrah membuat orang-orang diruangan itu langsung melemas.

-

Dihari yang cerah ini, 2 orang penjaga sedang duduk di pos jaganya sambil meminum segelas teh.

Namun, tiba-tiba…

FUUNG.

Muncul sebuah gelembung besar dari langit.

“ap-apaan tuh?!” pekik seorang penjaga.

“Udah deh. Nggak usah heboh. Kayak anak kecil aje” jawab penjaga satunya.

-

Akhirnya mereka sampai juga di negeri selanjutnya. Setelah gelembung itu menghilang, orang-orang mulai dapat melihat mereka… 1 orang cewek manis, 3 cowok tampan, dan…1 boneka putih mungil.

“I-ini dimana?” tanya cewek itu polos.

“Nggak tau nih. Ayo kita tanya Mokona aja” jawab salah seorang anggota cowok.

“Hei! Tunggu dulu kalian!” tiba-tiba mereka berlima (?) dicegat oleh 2 orang lelaki. Satunya berbadan tegap dan berambut serta bermata abu-abu. Satunya lagi lelaki berbadan lebih kecil, bermata coklat dan berambut biru.

“oow~~ kita dapat masalah nih” celetuk anggota cowok satunya.

“cih!” cowok satunya langsung mencibir.

“mm…Selamat datang…Apa kalian pendatang?” tanya penjaga yang kecil.

Duak!. Kepalanya langsung dijadikan sasaran oleh penjaga yang lebih besar.

“Syao-kun, kok kamu bego amat! Ya eyalah mereka pendatang! Masa’ didapur ?! (maksudnya ?)”

“Maap, pak. Aduduh!!” Jawab cowok yang dipanggil Syao-kun itu sambil meringis.

“Maafkan keleletan teman saya ini, ya” kata penjaga yang besar ”Bdw, saya Shiki. Sudah lama negeri ini tidak kedatangan pengunjung. Ada yang bisa saya bantu?” katanya sambil tersenyum ramah.

“mm…Perkenalkan juga. Saya Fye. Ini Kurogane, bisa dipanggil Kuro-tan. Lalu, ini Syaoran dan yang cewek namanya Sakura. Dan boneka putih imut ini bernama Mokona” kata pendatang itu. Cowok yang sepertinya bernama Kurogane, yang bertampang agak sangar tampak marah saat temannya menyebut namanya asal.

“Mokona! Perkenalkan namaku Mokona! Mokona is Mokona!” sambung boneka putih itu. Sesaat Syao-kun dan Shiki terkejut, tetapi mereka langsung kembali tersenyum.

“Bisa antarkan kami ke kantor pusat? Atau..tempat yang biasanya harus dikunjungi seorang ‘pendatang’ terlebih dahulu” tiba-tiba Syaoran angkat bicara.

“Ah silahkan ikuti sa–” belum selesai Shiki berbicara. Tiba-tiba tampak olehnya 2 orang cewek berjalan kearahnya.

“Shiki! Shiki-kun!!” panggil salah satunya, yang memiliki rambut hijau muda pendek sambil melambaikan tangannya. Disampingnya tampak cewek yang rambutnya dipotong cepak, berwarna coklat sama dengan warna matanya.

“Ah Hime-chan dan…” pipi Shiki langsung merona.

“Hai, Shiki” sapa ‘cewek cepak’ itu ramah. Shiki hanya membalas dengan anggukan.

“Ehem ehem!” cewek berbadan mungil yang dipanggil hime tadi langsung berbisik “Shiki-kun, hime udah sengaja bawa-bawa Ryue-chan kesini loh! Ampe ngorbanin ekskul basketnya lagi! Samperin gih!!” paksa hime sambil cengengesan.

“Be-bentar dulu, Hime-chan!! Ini ada pengunjung!! Ka-kan jarang-jarang ada pengunjung!! Nah, aku mau ngantar mereka ke–”

“Kantor pusat? Ya udah ama Hime aja! Hime juga mau kesana!! Ya kan, Syao-kun!” kata Hime lalu mengedipkan sebelah matanya pada Syao-kun. Syao-kun langsung mengangguk kuat, mengerti maksud Hime.

“Yuk mari, Ryue-chan, Shiki-kun” kata Hime dan Syao-kun berbarengan sambil membawa para pengunjung dan meninggalkan Shiki dan Ryue yang diam karena malu.

“Perkenalkan, saya Hime, yah begitulah biasanya saya dipanggil. Jadi…emm..manggilnya gitu aja yah” Hime mencoba memperkenalkan dirinya pada pengunjung sambil cengengesan.

-

“Kuro-sama, kita kedat–”

BRAK.

“Kuro-oka-saaan~~~” teriak Hime dan langsung menerobos masuk keruangan lebar itu. Disana ada sebuah meja kerja besar dan beberapa tumpukan kertas.

Cewek yang berperilaku layaknya lady itu terkejut saat pintu ruangannya ‘didobrak’ oleh sesosok cewek yang ‘tidak seberapa besar’ ini.

-

“Kuro-sama adalah pendiri sekaligus presiden tetap di Negeri ini” terang seorang lelaki yang ada disamping Kuro. Kuro adalah wanita berpenampilan anggun dengan rambut ikal pirang sepanjang dada, matanya perak dan tampak tegas.

“Selamat datang di Negeri ini. Clamp Forever. Ada yang bisa saya bantu?” kata Kuro lalu tersenyum.

“Kuro-chama!! Liat deh hari ini Hime masih narsis loh~~~” kata Hime (atau lebih tepatnya, menginterupsi) sambil memutar-mutar badannya didepan cermin yang ada di ruangan Kuro. Semuanya langsung swt berat melihat anak yang satu ini.

“Hime-chan, tolong jangan mengganggu pembicaraan dulu sekarang” kata Lelaki bermata dan berambut perak agak gondrong disebelah Kuro. Hime langsung manyun dan keluar dari ruangan itu.

“Mist-san, jangan galak-galak gitu…” kata Kuro. Cowok bernama Mist itu hanya diam tak menjawab.

-

“ooh~~ jadi negeri ini dulunya adalah negeri yang dibangun oleh leluhurnya Kuro-sama seorang diri.” gumam Sakura “Ta-tapi…”

JIIT~~~

Matanya langsung melirik.

“Kenapa Sakura bisa sekamar ama Syaoran?! Dan lagi Mokona memilih sekamar dengan Fye dan Kurogane” teriaknya panik. Muka Syaoran langsung merah padam.

“Sa-saya juga nggak tau, Sakura-hime. Ka-kalo Sakura ngerasa nggak enak, biar saya pindah kekamar Fye dan Kurogane…” kata Syaoran lalu bergegas bangkit. Tapi lengan bajunya langsung ditarik Sakura.

“Ja-jangan…Kalo Syaoran-kun pindah kesana…Sakura jadi sendiri dong. Sa-sakura…takut…” katanya dengan tatapan memelas. Syaoran tak sanggup menatap Sakura lebih lama lagi. Dia hanya bisa menjawab dengan kembali duduk ditempatnya semula.

-

JRENG JRENG JRENG.

“Kok ruangan sebelah berisik ya” kata Mist dengan auranya yang [u know it lah] sedikit menyeramkan. Kuro hanya bisa menjawab dengan menggeleng.

“Kuro-sama, biar saya periksa” jawab seorang lelaki yang ada disamping Kuro.

“Tolong ya, Eriol-kun” jawab Kuro. Lelaki berambut dan bermata hijau itu lalu berjalan menuju ruangan disebelahnya.

“Adviser Dashin, apa yang—” Eriol langsung speechless melihat keadaan ruangan cowok berambut biru dan bermata coklat yang terletak persis disamping ruangan Kuro itu.

“A-ah Eriol-kun. Maap-maap. Saya kira peredam suaranya masih berfungsi” jawab Dashin.

“Bukan peredam suaranya yang nggak berfungsi. Tapi musik kamu yang kekencengan!” Eriol langsung sewot. Apalagi dia masih shock melihat ruangan Dashin yang dipenuhi cewek-cewek. Miu-cchi, Hikaru-Miaka, Fyrazynta, Misa-misa, Modo-chan, Sakura-chan, Kokuo-kun (pengecualian), Ai-chan, Djatie-chan, Nashia-chan, dan para cewek lainnya.

“ehehehe…Modo cuman mampir kok kesini” kata seorang cewek berambut hitam pendek dan tampak tomboy namun cantik itu.

“Same here!!” jawab yang lainnya mengekor. Eriol hanya sanggup berdiri mematung didepan pintu.

-

Tok-tok…

“Ya masuk” jawab Kuro dari dalam. Seorang cewek yang anggun memasuki ruangannya. Rambutnya yang ungu panjang tergerai bebas, warnanya serasi dengan matanya.

“Kuro-sama, akhirnya saya mendapatkan hasil penelitian saya”

“Silahkan, Ritsuki-chan, atau bisa saya panggil ‘Sensei’? ”

“Baik. Menurut penelitian saya, pembuatan segel sihir yang waktu itu tidak berhasil adalah karena kekuatan yang kita miliki kurang kuat, sedangkan sumber sihirnya cukup, bahkan bisa dikatakan sangat kuat”

“…..” Kuro terdiam sejenak “I see…Kalau begitu terima kasih atas laporannya.”

Ritsuki lalu menunduk dan berbalik menuju pintu.

“Kuro-sama, saya mau keluar sebentar. Mau istirahat, boleh?” tiba-tiba Mist angkat bicara.

“ooh Silahkan, Mist-san. Nggak dilarang kok!! Malah lebih bagus kalo bareng Ritsu-chan” goda Kuro. Mist lalu berjalan keluar bersama Ritsuki.

“Sangat disayangkan ya kalo tau mereka itu saudara. Meskipun cuman saudara angkat.” kata Kuro setelah Mist menutup pintu.

“Ya…” jawab Eriol pendek tanpa ada yang menyadari bahwa Eriol telah menatap Kuro dari tadi.

-

“Ritsu.” Mist membuka pembicaraan.

“Iya, kak?” jawabnya.

“Kamu tau kan, kenapa kakak mau ijin istirahat” kata Mist lalu meminum minuman pesanannya. Ritsuki tersenyum, atau bisa dikategorikan…Nyengir.

“Hehehe…Buat Eriol-kun ama Kuro-sama kan?”

Mist mengangguk. Lalu mereka berdua melanjutkan makan siangnya.

-

Hime berjalan disepanjang koridor gedung pusat. Dia lalu berbelok menuju ke salah satu ruangan. Tapi tampak olehnya seorang cowok telah berdiri lalu masuk lebih dulu ke ruangan itu. Cowok berkulit agak hitam, berambut hitam dan bermata hitam.

“Ao-chan, hari ini pun kupersembahkan tanda cintaku padamu~~~” kata cowok itu sambil berlutut. Cewek bermata dan berambut merah pendek itu tampak kesal dibuatnya.

“Black Mokona-kun…tolong ya…Bisa nggak sehariiii aja nggak ngeganggu aku?” jawabnya kesal. Intinya…mengusir dengan halus.

“Tapi aku suka padamu, Ao-chan.” kata cowok itu ngotot.

Krek.

Tampak urat-urat telah muncul di dahi Ao.

“aku bilang…KELUAR SEKARANG!!!” jeritannya membuat Black Mokona langsung terlempar 500 m.

“A-aku nggak jadi kesitu ah~~~” kata Hime lalu langsung berbalik tanpa basa-basi.

-

Hime lalu lanjut berjalan sambil bergumam sendiri “Sapa lagi ya yang mau Hime samperin buat makan siang bareng ya~~~ mm~~~ Black Kazuki? Hime nggak gitu kenal nih ama Kazuki-kun…” dia lalu teringat dengan wajah cowok berambut merah dan bermata ungu itu.

“Trus…Mist-senpai” Hime langsung bergidik “Kaga jadi!!”

“…Sensei?” dia lalu berpikir sejenak “Pasti bareng Mist-senpai” dia langsung menggeleng.

“Eriol-kun…Hime punya firasat kayaknya lagi bareng Kuro-chama” Hime lalu nyengir sendiri (dengan gejenya).

“Dash-kun…pasti makan bareng cewek. Syao-chan…lagi ada project, nggak mungkin ada waktu nyantai~~”

“AH! Miu-cchi ama Miaka-chan aja!!” Hime langsung menepuk tangannya dan berjalan kearah ruangan orang yang dia maksud.

-

“. . . . .” Hime cengo begitu sampai diruangan mereka berdua. Auranya serem banget ! pikirnya.

“Ke-kenapa kali—”

“Dashin-kun pergi ama cewek lain ! Hueee~~~” mereka lalu mulai nangis lagi. Hime swt.

“S-sabar ya, kalian” katanya lalu diam-diam melangkah pergi. “[i]Emang Dash-kun pergi ama sapa sih ?[/i]” pikirnya bingung.

-

Sementara diruangan Kuro…

“Aduduh ! Banyak banget tugasnya !!!” teriak Kuro stress.

“Kenapa, Kuro-sama ?” tanya Eriol lembut.

“Ini nih. Kuro stress ngeliat tugas numbuk bejibun gini. AKKKH !!” teriaknya lagi. Eriol menatapnya kasihan. “Ya udah. Sini sini aku bantuin.” katanya tiba-tiba. Kuro langsung menatap Eriol kaget dan tersipu malu.

-

Akhirnya hime menyerah dan pergi makan siang sendirian. Tiba-tiba Ia melihat Hikari dan Train dari jauh.

“Sist-chan !! Train-kun !” panggilnya sambil melambaikan tangan yang dibalas oleh lambaian juga oleh orang yang dipanggil Sist tadi. Rambutnya coklat bergelombang agak panjang, sama dengan warna matanya. Disampingnya ada cowok berambut jabrik coklat, matanya juga berwarna sama.

“Himeee !!” panggil Hikari.

“Udah broken masih mesra aja nih” hime nyengir “Mo makan siang bareng ?”

“Kita udah makan.” kata Train. Aura hime langsung muram “Y-yaudah deh. Daaah” katanya lalu melangkah pergi dengan lemas.

-

Ditempat lain, Dash-kun ternyata sedang makan siang dengan pendatang baru di Negeri Clamp Forever…

“Nagi-chan, mo makan apa ?” tanyanya.

“emm..mm..terserah Dash-kun ajah deh” jawab cewek berambut hitam agak panjang itu sambil tersipu. Orang-orang melihat mereka seperti pasangan yang serasi.

-

Ditempat lainnya…..

“Syao-chan mau ngomong apa sih ? Udah dari tadi loh aku nungguin…” kata Irene sambil menatap Lelaki berambut coklat dedepannya. Gadis itu berambut coklat ikal panjang, matanya berwarna senada.

“Umh…emm..a-a-anu…” Syao-chan masih tampak gugup. Bola mata birunya tampak berputar bingung untuk mencari kata-kata “M-mo makan siang bareng nggak ?” akhirnya terucap juga…

“…..” Irene diam sejenak, lalu tersenyum “I’d be delighted”

“Yees !” Gumam Syao-chan pelan.

-

Modo dan Mika sudah capek mencari teman makan siang. Mereka pingin makan rame-rame, makanya mereka mencari banyak orang lagi. Dijalan, sudah banyak orang yang ditemukannya. Runny dan Misa-misa.

“Let’s eat !!!” teriak Modo bersemangat.

-

Hari ini memang hari sial bagi Hime. Gimana nggak, banyak orang sudah menyelesaikan makan siangnya dan kembali ketempat kerja masing-masing. Seperti si kembar Rena – Reiko yang masih sempat pulang kerumahnya, Nashia-chan, djatie, Kokuo dan Ai-chan yang sedang makan disebuah cafe, Prasas, YuukoXXX, Varan-chan, Akito, Kuro-tan, Ai-enma, Sakurai, Clone Sakura yang jarang terlihat, Dai, Syaoran sang Napi negeri CF, dan penduduk CF lainnya. Bahkan Diana-chan yang dijuluki ‘bule CF’ tampak sudah pulang dari makan siang bersama ‘bule baru CF’, Zazie.Sedangkan dirinya masih tampak berkeliling mencari partner.

“hh…” Hime menghela nafas “Coba aja kalo Cc-imamade ama Fye-dhe-neo nggak keluar kota, pasti aku udah selese makan dari tadi” Hime ngedumel. Tanpa sengaja matanya melihat sekelompok orang yang dikenalnya sedang duduk disebuah cafe.

“LUCKY !” gumamnya.

-

“Modo-cchi ! Mika-chan ! Semua !!!” teriak Hime dari jauh. Semuanya langsung menoleh kearahnya.

“Eh !! Hime ! Sini !!!” Balas Modo.

“Kalian udah pada selesai makan ?” tanya Hime. “Iya nih. Kami udah mo balik ke—” belum selesai Modo menyelesaikan kata-katanya, Hime sudah menarik lengan bajunya.

“Tungguin~~~” katanya pelan sambil menyerang mereka dengan ‘puppy eyes’ nya.

-

Akhirnya Hime selesai makan siang dan mereka pun berjalan kembali kekantor. “Dasar Hime… kok nggak makan dari tadi sih” kata Mika membuka pembicaraan.

“Emm..ginih kak, dari tadi Hime nyariin temen buat maam bareng, tapi kagak ketemu-temu.” kata Hime membuat yang lainnya serentak mengangguk.

-

“Eriol-kun, tolong suruh para minister untuk berkumpul diruangan saia sekarang.” perintah Kuro sopan.

“Ok, Kuro-sama” jawab Eriol dan berjalan keluar.

-

Tampak jam dinding menunjukkan pukul 4.00 pm. Sekarang, para Minister CF sudah berdiri berjajar didepan Kuro. Ada Mist, Dashin, Sensei, Eriol, Hime, Ao, Kazuki, Asakura Hikari, Syao-kun, Syao-chan, Miaka dan Miu-cchi.

“Akhirnya, saia sudah memperbaiki ‘magic circle’ nya. Untuk melengkapi kekuatannya, saia ingin mengubah pola susunan orangnya. Kali ini, saia ingin mengeluarkan Minister Asakura dan Syao-kun. Maaf” kata Kuro lalu menunduk. Asakura dan Syao-kun tampak menunduk sambil tersenyum

“Kalo demi negeri ini, tidak masalah bagi kami” kata mereka bersamaan.

“Terima kasih.” jawab Kuro “Dan saya ingin memasukkan Minister Kazuki, Syao-chan, Miaka dan Miu-cchi untuk melengkapi kekuatan yang kosong” kata Kuro. Para Minister yang disebutkan sudah menunduk sopan sambil berkata “Terima kasih” hampir bersamaan.

“Ok. Itu aja buat hari ini. Mungkin kita akan melakukannya besok. See you guys tomorrow.” kata Kuro lalu mereka pun bubar.

-

“Mekyoo !! Mokona modoki melotot !” teriak Mokona tiba-tiba.

Fye dan Kurogane terlonjak kaget. “Ada apa, Mokona ?” tanya Fye.

“Mokona merasakan hawa bulu sayap Sakura !” teriak Mokona bersemangat.

“Apa harus kita cari sekarang ? Sepertinya warga negeri ini akan terganggu.” jawab Fye.

“Sebaiknya kita kekamar si bocah dulu untuk memastikan” kata Kurogane pendek.

-

Sakura sudah hampir tertidur. Tiba-tiba ia merasakan suatu perasaan aneh.

“Syaoran-kun ?”

Syaoran yang sedang termenung terkejut karena Sakura tiba-tiba memanggilnya.

“A-ada apa, S-sakura-hime ??” tanyanya sambil tergagap.

“…” Sakura terdiam sejenak, lalu ia kembali menutup matanya sambil tersenyum “Nevermind” balasnya.

Tok Tok Tok. Tak berapa lama, terdengar suara pintu diketuk.

“Siapa ya kira-kira ?” Gumam Syaoran lalu beranjak untuk membukakan pintu.

-

-

“Jadi… Mokona merasakan hawa bulu sayap Sakura ?” tanya Syaoran kembali.

Mokona mengangguk mantap “Definitely !”

“Ok. Supaya nggak ngeganggu orang-orang, mendingan aku dan Mokona memeriksa kira-kira dimana letak bulu sayap Sakura. Kalo nggak bisa, besok pagi kita pastikan lagi sama-sama” kata Syaoran memberi putusan. yang lainnya mengangguk setuju.

“Aku pergi dulu” kata Syaoran.

“Hati-hati” kata Sakura sambil tersenyum meskipun hatinya cemas.

-

Cuit cuit cuit. Fajar pun menyingsing. Sudah banyak orang memulai aktifitas mereka.

Dikamar hotel Syaoran, mereka berlima sudah memulai pembicaraan tentang dimana kira-kira letak bulu sayap Sakura

“Dari penyelidikanku dan Mokona tadi malam, sepertinya letak bulu sayap Sakuraa ada dikantor pusat kota ini.” kata Syaoran, sedangkan Mokona hanya angguk-angguk mendengar musik.

“Hawanya masih terasa kuat sampai sekarang” kata Mokona.

“kalo gitu… KE KANTOR PUSAT !!!” kata Fye bersemangat lalu menyeret mereka semua.

“Ng…Fye-kun, kita nggak sarapan dulu ?” kata Sakura.

“Oh iya ! AYO MAKAN !! laluuu…KE KANTOR PUSAT !!” teriak Fyelagi.

-

“Semuanya udah sarapan ?” kata Kuro membuka rapat hari ini. Yang lainnya mengangguk.

“Kenapa mesti rapat lagi sih ? Ayo dong cepetan~~~” rengek Hime.

“Himeeeee” kata Mist yang entah kenapa ada dibelakang Hime dengan auranya yang menyeramkan. Hime langsung bergidik dan menoleh seperti tidak terjadi apa-apa.

“Ok. Kalo gitu, kita sekarang bisa memulai ritualnya” kata Kuro lalu membentuk segel sehingga lingkaran sihir pun terbentuk.

“Nah. Lingkaran sihirnya sudah selesai. Kali ini, kita dibantu oleh kekuatan sihir dari benda yang kutemukan ini” kata Kuro sambil mengeluarkan sehelai bulu sayap.

“Itu dia bulu sayapnya !!” tiba-tiba terdengar suara orang berteriak “Ups. My fault” kata Fye.

“A-anda…”

“Maafkan kelancangan kami. Kami pendatang yang datang baru-baru ini kenegeri ini.” Syaoran angkat bicara.

“Kenapa kalian ada disini ?” tanya Kuro dan menatap tajam mereka berlima.

“Emm…kami hanya…” Syaoran kewalahan untuk menjawabnya.

“Bulu sayap itu sebenarnya milik gadis ini. Dia kehilangannya, dan karena itu kami berlima berkelompok untuk mencarinya.” Kurogane mencoba menjelaskan. Fye mengangguk-angguk setuju.

“Lalu penyihir dimensi menolong kami menyeberangi dimensi dan…”

“Hentikan, Fye. Mereka cukup tahu sampai sini saja.” potong Kurogane.

“Ya maap” kata Fye lalu diam.

-

-

-

Setelah negosiasi agak lama, akhirnya…

“Jadi ?” Syaoran memecah keheningan.

“Ok-ok. Kami berikan kembali bulu sayap ini pada anda. Dan…maaf” kata Kuro sambil memberikan bulu sayap itu pada Sakura.

“Nggak. Seharusnya kamilah yang minta maaf karena terkesan merebutnya dari anda semua.” jawab Syaoran sopan tetapi tetap merasa bersalah. Kuro menggeleng lalu tersenyum “Nggak apa. Lagipula, itu milik kalian, kan” kata Kuro. Syaoran dan yang lainnya lalu tersenyum.

-

“Sudah saatnya kami pergi sekarang…” kata Syaoran setelah selesai menyusun barang mereka.

“Yaaah ! Cepet banget !” kata Hime tampak kecewa.

“Kalo ada kesempatan, kami akan datang lagi untuk berkunjung di lain waktu” kata Sakura. Hime dan yang lainnya tersenyum mendengarnya.

Tak berapa lama, kabut putih mulai muncul. “Daaah !!” kata semua orang yang ada disitu sambil melambaikan tangan “Datang lagi ya !!!”

Syaoran dan kawan-kawan balas melambai “Kami yakin, negeri ini akan kedatangan lebih banyak pengunjung untuk selanjutnya. Meskipun kalian tidak menjalankan ritual itu, tapi…kami yakin !” teriak Syaoran dan mereka pun tersenyum “..Kami pergi dulu…” sambungnya. Dan kabut itu pun menghilang.

Kuro masih menatap langit lama bersama penduduk CF lainnya. Dimana mereka melihat kawanan itu menghilang.

“Ya…suatu saat nanti..” gumamnya pelan lalu tersenyum seraya angin membelai rambutnya.

-

-

-

2 Responses so far »

  1. 1

    syntia said,

    Hime, hmmmm…. kagak jelas deh sumpeh
    kebanyakan chara yang muncul jadi bingung nih
    Adegan romantisnya Dash kurang tuh XD
    Yang pasti… HIME NARSIS! Gak nyangka all my friends are Naruciso! XDD

  2. 2

    himeh said,

    makasih komennya~
    cyntia_carsa kan? xDD

    sori cyntia gg ada dalam fanfic ini… udah lama banget dibuat. pas cf belon setahunan juga udah saya buat xDD (kalo gg salah event buat menyambut 1 tahunnya cf, tanggal 17 agustus 2008 *brarti cf aslinya jalan 3 tahun skarang* xDD) cyntia member kapan? (kalo emang member lama, maap lagi, saya kurang inget sama membe kurang aktip) ><;

    huhahahah =)) dash_kun emang selalu terkenal di thread couple makanya himeh buat gitu xDD kalo masalah kenarsisan himeh, di cf, imej himeh emang gitu =)) narsis dan…..susah diatur *plak* moderator ter-OOC oTL;;

    mohon maaf atas segala kekurangan xDD skali lagi.. makasih udah komen!


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.